Review Film: Gabbar Is Back

Film ini merupakan film produksi dari India. Bollywood. Tidak seperti kebanyakan film India yang ditayangkan di televisi, bertemakan cinta. Film ini bercerita tentang korupsi. Pemberantasan korupsi.

Kenangan Semasa Ujian

Ujian menjadi tradisi yang harus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Ujian menentukan hasil yang akan kita peroleh selama kegiatan belajar mengajar. Tentu saja tolak ukurnya adalah nilai.

Cara Meminimalisir Kebiasaan Orang Membuang Sampah Sembarangan

Penahkah anda buang sampah sembarangan? Tentu saja pasti pernah walaupun hanya sekecil bungkus permen.

Cara Kota Langsa Merayakan Tahun Baru

Tidak seperti kota-kota yang lainnya di seluruh Indonesia. Kota Langsa merayakan tahun baru dengan cara yang berbeda. Tidak ada pesta kembang api. Tidak ada suara petasan terdengar. Tidak ada hiburan yang meriah.

Bidadari Pagi Hari

Ayam baru berkokok, matahari pun belum kunjung menampakkan fajarnya. Langit masih di selimuti kegelapan, hanya cahaya lampu yang meneranginya. Tapi aku sudah harus bersiap-siap berangkat ke kampus.

Senin, 17 Maret 2014

Sunset di Cemara Asri

Sebelumnya aku pernah menulis tentang Terbenamnya Matahari, itu ku rasakan saat berada di jalanan. di tengah hiruk-pikuk kendaraan. Di tengah kemacetan kota.

Kali ini aku menyaksikan sunset di tempat yang berbeda dan dengan suasana yang berbeda pula. Aku menyaksikan sunset kali ini di sebuah komplek perumahan yang ada di kota Medan yaitu komplek Cemara Asri. Di sini terdapat sebuah danau yang di dalam danau itu juga terdapat pulau-pulau kecil. Di pulau-pulau kecil itu banyak sekali berkeliaran burung-burung bangau dengan bebasnya. Ada burung bangau yang berwarna putih bersih, ada pula bangau yang berwarna gelap kehitaman.

Kicauan burung-burung bangau ini sahut-menyahut tanpa henti. Ikan-ikan di dalam pekatnya air danau juga gak kalah meriah, sesekali ikan-ikan ini menampakkan diri di permukaan air. Sesaat itu pula segerombolan burung bangau mencoba menerkam ikan-ikan itu, peristiwa rantai makanan yang jarang sekali terlihat di jaman modern ini.

Kamis, 13 Maret 2014

My Shadow

Siapakah dirimu? Makhluk hitam yang selalu berada di sampingku. Mungkin kaulah yang paling mengetahui diriku. Di mana ada cahaya di situ pula kau muncul. Cahaya sekecil apapun kau tetap muncul di sampingku. Dan aku pun tak bisa hidup tanpa cahaya. Berarti aku tak bisa hidup tanpamu.

Entah dari kapan kau mengikutiku. Setiap hari dan sepanjang hari kau terus mengikutiku kemana pun ku pergi. Menemani kemanapun kaki ini melangkah. Melakukan hal yang sama seperti yang ku lakukan. Mengikuti setiap gerak-gerikku layaknya sebuah cermin. Terkadang kau lebih besar dari diriku. Terkadang pula kau lebih kecil dariku. Kau menjadi teman dikala ku sendiri, menemaniku disaat ku senang maupun sedih.

Setelah begitu lama mengikuti, kali ini kau memberontak melawanku. Memerintahkan tubuhku untuk melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan akan ku lakukan dan tak pernah sedikitpun pikiran ini berpikir untuk melakukannya. Tapi kau memaksaku untuk melakukannya. Kau memaksaku untuk menulis. Menulis apa saja yang ada di pikiranku. Sesuatu hal yang paling ku benci, karena menulis itu sesuatu yang membosankan bagiku. Tapi kau tidak pernah menyerah memaksaku dan terus meyakinkanku. Akhirnya aku tak berdaya melawanmu. Kau melakukannya tanpa sanggup ku melawannya.

Rabu, 05 Maret 2014

Kau, Sumber Cahayaku

Rembulan indah di atas sana tak kunjung terlihat. Apalagi titk-titk cahaya kecil yang sudah tak bisa lagi diharapkan lagi kemunculannya. Sumber cahaya buatan manusia pun ada batasnya. Daratan ini semakin diselimuti kegelapan.

Malam semakin larut. Suasana mulai sunyi dan sepi. Suara-suara yang sepanjang hari terdengar di telinga kini menghilang tanpa jejak. Yang terdengar hanya suara-suara pintu pagar dan rumah tetanggaku yang dikunci rapat-rapat, untuk mengamankan harta benda mereka. Suara itu pun terdengar sekali dan lenyap terurai di udara. Suara gonggongan anjing sesekali memekakkan telinga, pertanda makhluk-makhluk malam mulai berkeliaran, termasuk para pencuri.

Kamis, 27 Februari 2014

Wajah Berbanding Lurus Dengan Perilaku, Apa Iya?

Malam itu aku bertemu dengan teman lamaku yang sudah lama tak berjumpa. Saat itu banyak sekali yang ingin dibicarakan, tapi waktu tak dapat mengkehendakinya. Salah satu pembicaraan saat itu ada yang sudah lari dari pembahasan sebelumnya. Pembicaraan mengarah pada membicarakan orang lain. Padahal saat itu aku sedang tidak ingin membicarakan orang lain. Aku sudah meminta untuk mengganti topik pembicaraan, tapi dia tetap bersikukuh untuk membicarakannya.

Pembicaraan bermula pada ketidaksenangannya pada seseorang temannya yang tidak aku kenal. Lalu dia membanding-bandingkan wajah seseorang dengan perilakunya. Dia membandingkan beberapa wajah teman-teman yang kami kenal. Dia juga membandingkan beberapa wajah tokoh-tokoh nasional saat ini, baik itu pejabat, politisi, negarawan yang memang sedang terkenal saat ini. Bermodalkan beberapa wajah ini dia menyimpulkan hasil analisisnya. Perilaku hasil dari analisisnya dan perilaku yang sebenarnya memiliki kecocokan yang sangat valid. 

Selasa, 25 Februari 2014

Life Of Pi [Review]

Akhirnya setelah beberapa minggu aku berhasil juga menuntaskan misiku kali ini sesuai target. Buku "Life Of Pi" yang menjadi akhir-akhir ini aku baca berhasil aku selesaikan dengan mulus. Buku ini aku beli pinjam dari bang Riki yang banyak koleksi bukunya, mungkin sebentar lagi pinjam bukunya uda macam di perpustakaan, mesti pake kartu keanggotaan dulu.

Berawal dari searching di google saat mencari film-film inspiratif, aku menemukan film yang baru keluar yaitu film Life of Pi. Aku penasaran dengan apa jalan ceritanya. Langsung saja ku tonton film tersebut dan hasilnya aku tak terpuaskan dengan jalan ceritanya yang tak aku mengerti. Aku pun gak mendapatkan sisi perjuangan dalam bertahan hidup dalam cerita film itu. Itu sih menurutku.

Senin, 24 Februari 2014

Suasana Pagiku

Seperti biasa pagi hari aku dibangunkan oleh ayam yang berkokok nyaring di telingaku. Itu bukanlah suara yang keluar langsung dari mulut seekor ayam. Suara itu bersumber dari handphone-ku yang memang ku atur sedemikian rupa sehingga suaranya menyerupai suara ayam berkokok sebagai suara alarmku. Suara itu baru ku sadari berasal dari handphone-ku saat awal dari suara alarm ini yang persis seperti suara ayam berkokok sebenarnya itu, kemudian berubah menjadi suara ayam berkokok dengan nada hip hop.

Setiap pagi aku dibangunkan oleh suara ayam ini. Aku uda gak bisa lagi berharap pada suara ayam yang nyata, hampir mustahil itu terjadi. Dengan kondisi orang-orang di kota ini yang sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasan berternak, baik itu berternak ayam, lembu, kambing. Selain untuk bisnis semata gak ada lagi yang tersisa.

Jumat, 21 Februari 2014

Krisis Listrik, Siapa Yang Salah?

Krisis listrik sepertinya terus berlanjut di Sumatera Utara ini. Ini terbukti dengan gencarnya terjadi pemadaman listrik bergilir dengan rentang waktu 2 sampai 3 jam per hari. Ini menandakan tingkat konsumsi kita terhadap listrik semakin besar tapi tanpa diikuti dengan perkembangan daya listrik sesuai kebutuhan.

Siapa disini yang patut disalahkan, Pemerintah? PLN? atau kita sebagai penikmat listrik? Semua saling menyalahkan, saling menyudutkan satu sama lain, tanpa ada yang berbuah solusi.

Tadi pagi saat kuliah, sebagai pendahuluan perkuliahan, dosenku membuka suatu kasus yang terjadi saat ini. Saat ini pembangkit listrik yang baru yang berada di Pangkalan Susu sudah hampir rampung selesai dan sebentar lagi sudah dapat beroperasi melayani nafsu kita dalam mengkonsumsi listrik. Namun tampaknya nafsu kita itu harus tertunda dan harus merasakan pemadaman listrik yang akan terus berlanjut.

Terbenamnya Matahari

Aku belum pernah merasakan nikmatnya melihat indahnya matahari di sebuah pantai. Menyaksikan detik-detik matahari tenggelam dimakan ganasnya lautan. 

Sore hari di kota besar seperti kota Medan ini merupakan jam-jam sibuk dimana semua orang bergegas pulang ke rumahnya masing-masing setelah sepanjang hari menjalani aktivitasnya. Kemacetan panjang tak terelakkan. Dan aku menjadi salah satu aktor pemeran dari sekian banyak pemeran yang menyebabkan terjadinya kemacetan ini.

Di sini, di tengah kemacetan ini aku menyaksikan indahnya matahari terbenam. Di tengah riuhnya suara klakson kendaraan yang menandakan ketidaksabaran dan suara kendaraan bermotor yang saling sahut menyahut tanpa henti. Menyaksikan indahnya matahari terbenam dari sudut pandang dan situasi yang berbeda.

Rabu, 19 Februari 2014

Move On Yang Gagal

Rabu, 19 Februari 2014, 21:00

Didalam sunyi, sepi, sendiri, entah apa yang ku pikirkan. Ku coba memecah keheningan dan meluapkan semua kekesalanku, ku putar sebuah yang mencerminkan kondisiku saat ini. Lagu dari rocket rockers yang berjudul "ingin hilang ingatan" ku putar sekeras-kerasnya dan kunyanyikan dengan penuh emosi.

Menghilanglah dari kehidupanku....
Enyahlah dari hati yang tlah hancur...
Kehadiran sosokmu kan menyiksaku...
Biarkan di sini ku menyendiri...

Pergilah bersamanya disana...
Dengan dia yang ada segalanya...
Bersenang-senanglah sepuasnya...
Biarkan di sini ku menyendiri...

Minggu, 26 Januari 2014

Penaklukan Puncak Gunung Sibayak

Iseng gak ada kerjaan, aku buka-buka file-file yang ada di laptopku ini. Agak berserakan sih data yang di laptopku ini, tapi ada satu folder yang tertata rapi. Folder itu folder foto. Foto-foto ini beberapa yang terabadikan kegiatannya. Di dalam folder foto ini aku buka folder "gunung sibayak" yang sudah lama tak terjamah dan melihatnya seakan kembali kepada masa-masa itu, pengalaman berharga sekaligus pengalaman pertamaku menaklukkan puncak gunung.

Setahun lalu, tepatnya setelah selesai UAS semester 5. Sabtu siang kami berangkat ke Berastagi, tempat dimana gunung sibayak berdiri kokoh di sana. Gunung sibayak dipilih karena pendakiannya tidak terlalu sulit, cocok untuk para pemula. Bisa dibilang ini sebagai pemanasan untuk menaklukkan puncak gunung yang lebih ekstrim.

kota Berastagi

Kamis, 23 Januari 2014

Ketemu Lagi

Selasa, 21 januari 2014
Pagi hari menjadi hari yang cukup menyibukkan. Harus berpacu dengan waktu mengejar target. Ujian tinggal beberapa menit lagi, tapi aku masih berada di rumah, sibuk mengerjakan yang tak penting. Power of kepepet keluar disaat yang bersamaan.

Ku pacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Satu-satunya penghalangku hanya macet jalanan yang penuh dengan kendaraan yang tujuannya sama denganku, sampai ke tempat tujuan dengan tepat waktu.

Namun ada hal yang tak terduga terjadi saat itu. Di dalam padatnya kemacetan ada sayup-sayup suara yang seolah-olah menyapaku. Ku cari sumber suara itu yang ternyata tepat di sebelah kananku. Seorang wanita cantik nan elok memandangku dengan penuh hangat dipagi hari yang sejuk. Duduk menyamping (karena memakai rok panjang) pada sebuah sepeda motor yang dibawa oleh seseorang yang ku duga adalah orang tuanya. Wanita yang beberapa kali hadir dalam mimpi indahku. Wanita yang telah menghilang dan tiba-tiba muncul dihadapanku, memberikan secercah harapan palsu.

Gosip

Siapa yang gak pernah ngegosip. Semua pasti pernah ngegosip. Cewek, cowok, pria, wanita, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek, nenek, om, tante, adik, abang dan masih banyak lagi. Apa sih enaknya ngegosip, pengen tau aja urusan orang lain atau bahasa alay-nya sekarang KEPO.

Gosip atau dalam istilah hukum islamnya itu Ghibah ialah membicarakan orang lain yang belum tentu orang lain suka. Membicarakan kebaikan orang lain kalau orang itu sendiri tidak menyukainya itu termasuk ghibah. 

Banyaknya orang yang suka bergosip menimbulkan inisiatif para pebisnis dunia hiburan untuk mempublikasikannya ke media massa. Makin banyak aja acara gosip, hampir di semua televisi ada. Semakin marak dan semakin banyaknya acara gosip di TV menandakan banyak pula yang menonton acara-acara seperti ini. Gosip sekarang menjadi sumber pendapatan. 

Ada teman yang mengatakan "Gosip itu dibawakan oleh orang iri, disebarkan oleh orang bodoh dan diterima dengan baik oleh orang idiot".

Tak bisa dipungkiri lagi, semua orang suka ngegosip. Satu-satunya alasan kenapa dia gak suka ngegosip adalah saat kamu ngegosipin dia.


Rabu, 22 Januari 2014

Kenangan Semasa Ujian

Ujian menjadi tradisi yang harus dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Ujian menentukan hasil yang akan kita peroleh selama kegiatan belajar mengajar. Tentu saja tolak ukurnya adalah nilai. Ilmunya? sudah melayang ke alamnya setelah ujian selesai. Begitulah sistem belajar mengajar yang diterapkan. Tapi sistem seperti itulah yang dianggap terbaik.

Bagi beberapa teman, ada yang masih berjuang dengan ujiannya sampai hari jumat nanti. Bagiku Ujian Akhir Semester berakhir hari ini. Ditutup dengan mata kuliah Analisa Sistem Tenaga II. Ujian baru saja berlalu. Tapi kenangan semasa ujian ini masih melekat dibenakku. 

jam 11.30 malam
Jam setengah 12 malam, ini bukanlah waktu untuk mengakhiri hari dengan tidur. Tapi jam ini adalah awal dari sebuah perjuangan. Awal dari pertempuran. Disaat semua orang tidur. Kami, sekumpulan makhluk pejuang masih berusaha tidak memejamkan mata. Kalo kata kawan ku, semua yang kami lakukan ini "demi Kau dan si buah hati".

Apa yang kami lakukan aku sebut ritual. Ritual baru akan dimulai. Satu orang jaga lilin dan yang lainnya mencari mangsa *emangnya mau ngepet. Gak lah, kami sekumpulan orang-orang baik *narsis dikit. Tentu saja ritual untuk dapat menjawab soal yang akan dikeluarkan saat ujian.

Senin, 20 Januari 2014

Pertemuan Anak Perantauan

Masih berada dikota yang sama, masih berada di kampus yang sama. Namun kesibukan pada dunianya masing-masing membuat kami jarang bertemu. Begitu ada kesempatan, langsung kumpul-kumpul. walaupun ada beberapa orang yang tidak berkesempatan datang, tidak mengurangi keceriaan yang kami rasakan.

Kami anak-anak perantauan asal kota Langsa yang sedang mengadu nasib di kota Medan. Kami dari kelas yang sama waktu SMA dulu. SMA 1 Langsa menjadi tempat penuh bersejarah kami. Penuh dengan memori-memori indah. Sekarang kami terpencar ke segala penjuru indonesia mengejar mimpi masing-masing. Kami menjuluki kelas kami dulu dengan nama PASKRIPATU (Pasukan keren kelas 3 ipa 1). Nama itu diambil bukan tanpa dasar, kami emang keren-keren kok. Gak percaya, ini penampakan anak-anak Paskripatu cabang kota Medan.

Para gebetanku #ngarep

Rabu, 15 Januari 2014

Rumah Mereka

Di mana rumahmu kawan? Bolehkah aku tau alamatnya? Kalau ada kesempatan, aku bisa main ke rumahmu, boleh kan? atau kita bisa saling kiriman surat *jaman sekarang masih pake surat. 

Bagaimana rumahmu kawan? Besar, kecil, sederhana, minimalis, mewah, megah, trendy, modern,  tinggi, semampai, sexy. *nah loh, uda lari ke mana ini pembahasannya. 

Bagaimana rumah menurutmu kawan? Yang ada kamar tidurnya, ada ruang tamunya, ada dapurnya, ada ruang keluarga, ada kamar mandinya. Lantainya memakai keramik, dindingnya menjulang tinggi disisipi beberapa jendela dan ventilasi udara, atap yang melindungi dari segala cuaca baik itu panas, dingin, hujan dan lain sebagainya. Rumah di isi dengan tempat tidur, televisi, sofa, kulkas, dispenser, lemari, kompor, dll. Untuk kenyamanan di dalam rumah ada kipas angin, ada AC, AC alami (Angin Cepoi-cepoi) dan AC buatan (Air Conditioning). Rumah dibuat senyaman mungkin.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html